Postingan

Menampilkan postingan dengan label Zainul Faizin

Wawancara SBS Radio dengan Zainul Faizin/Direktur STAPA Center tentang Pengurangan Pekerja Anak

Gambar
Wawancara SBS Radio dengan Zainul Faizin/Direktur STAPA Center tentang pengurangan pekerja anak di sektor pertanian khususnya tembakau. Pewawancara: Nurhadi Sucahyo, SBS Radio Biro Indonesia. Silakan klik tautan berikut: http://www.sbs.com.au/yourlanguage/block/Indonesian-radio-player?isPopup=1&program=0 Pilih menu Select Broadcast , pada FRI,30th Oct , menit ke: 32:28-40:37 SBS (The Special Broadcasting Service) Radio adalah semacam "RRI" Australia yang berkantor di Melbourne dan Sydney, Australia dengan slogan "Seven Billion Stories and Counting..." SBS Radio diudarakan melalui 74 bahasa di dunia; yang perkembangannya juga didukung dengan media TV dan internet. Untuk profil SBS Radio, sila klik tautan berikut: http://www.sbs.com.au/radio/

Parah, Masih Ada Anak Dibawah Umur Dipekerjakan

Gambar
Jumat, 30 Oktober 2015 - 00:39:49 | redaksi / Sorot Klaten http://sorotklaten.co/berita-klaten-15-parah-masih-ada-anak-dibawah-umur-dipekerjakan.html Trucuk, (sorotklaten.com)--Kasus pekerja anak di sektor pertanian masih menempati urutan tertinggi. Berdasarkan laporan Understanding Children Work (UWC) ada satu juta lebih anak di usia 7 sampai 14 tahun dipekerjakan disektor pertanian. Hal ini terungkap dari seminar yang diadakan Transformation and Public Awareness (STAPA) Center bertajuk Pencegahan Pekerja Anak dan Hak Atas Pendidikan, di Bangsal Kompleks Makam Pujangga Ronggowarsito di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kamis (29/10/2015).

147 Anak Bekerja di Sektor Pertambangan

Gambar
Solo Raya http://jowonews.com/2015/10/30/147-anak-bekerja-di-sektor-pertambangan/ KLATEN, Jowonews.com – Sebanyak 147 anak bekerja di sektor pertambangan yang tersebar di kawasan Lereng Merapi wilayah Kecamatan Manisrenggo dan Kemalang. Hal ini terungkap dalam seminar ‘Pencegahan Pekerja Anak dan Hak Atas Pendidikan’, di Bangsal Kompleks Makam Ronggowarsito di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kamis (29/10). “Jumlah anak yang bekerja di sektor pertambangan ada 147. Untuk anak yang bekerja di sektor pertanian seperti tembakau, kami belum bisa mengidentifikasi. Karena sifatnya musiman, hanya saat mulai musim tanam dan panen tembakau saja,” kata Kepala Dinsosnakertrans Klaten, Sugeng Haryanto.

147 Anak Bekerja di Sektor Tambang

Gambar
Jumat, 30/10/2015      Klaten http://dok.joglosemar.co/baca/2015/10/30/147-anak-bekerja-di-sektor-tambang.html KLATEN —Saat ini, ada 147 pekerja anak di sektor pertambangan pasir di Kecamatan Manisrenggo dan Kemalang. Pemkab Klaten melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten dan Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten memberi perhatian dan fasilitas pendidikan kepada mereka. Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Klaten Sri Listyowati menjelaskan, pihaknya telah menjalankan program tutor kunjung untuk memberi fasilitas pendidikan.

Politik: Anak Petani Tembakau Rentan Green Tobacco Sickness, Apa Itu?

Gambar
Penulis BeritaDetik - Kamis, 29 Oktober 2015 | 21:22 WIB   http://www.beritadetik.com/index.php/2015/10/29/politik-anak-petani-tembakau-rentan-green-tobacco-sickness-apa-itu/ BERITADETIK.COM , Klaten – Direktur Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center, Zainul Faizin mengatakan anak petani tembakau yang ikut menolong pekerjaan orang tuanya rentan terpapar zat kimia berbahaya. “Itu terjadi waktu proses pemupukan,” ungkapnya dalam seminar bertajuk Pencegahan Pekerja Anak dan Hak Atas Pendidikan di Bangsal Kompleks Makam R. Ng. Ronggowarsito, Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten pada Kamis, 29 Oktober 2015.

Mengurangi Keterlibatan Anak Bekerja di Sektor Pertanian

Gambar
Berita / Indonesia Jumat, 30 Oktober 2015 Waktu: 09:20 http://www.voaindonesia.com/content/mengurangi-keterlibatan-anak-bekerja-di-sektor-pertanian/3027903.html Nurhadi Sucahyo Versi terbaru per: 29.10.2015 21:24 KLATEN , JAWA TENGAH — Karena faktor tradisi, banyak anak di Indonesia yang secara tidak sadar ikut bekerja bersama orang tuanya. Kini sedang dikampanyekan kesadaran untuk mengurangi keterlibatan anak dalam pekerjaan orang tuanya, terutama di sektor pertanian. Sriyadi, seorang petani tembakau di Klaten, Jawa Tengah, mengaku telah terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan di sektor pertanian sejak kanak-kanak. Membantu orang tua di sawah, menjemur padi hingga mengolah daun tembakau hampir setiap hari dia lakukan.

Anak Petani Tembakau Rentan Green Tobacco Sickness, Apa Itu?

Gambar
Kamis, 29 Oktober 2015 | 21:22 WIB TEMPO http://m.dev.tempo.co/read/news/2015/10/29/206714297/Anak-Petani-Tembakau-Rentan-Green-Tobacco-Sickness-Apa-Itu   TEMPO.CO , Klaten - Direktur Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center, Zainul Faizin mengatakan anak petani tembakau yang ikut membantu pekerjaan orang tuanya rentan terpapar zat kimia berbahaya. “Itu terjadi saat proses pemupukan,” katanya dalam seminar bertajuk Pencegahan Pekerja Anak dan Hak Atas Pendidikan di Bangsal Kompleks Makam R. Ng. Ronggowarsito, Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten pada Kamis, 29 Oktober 2015.

Pekerja Anak di Perkebunan Tembakau Disorot

Gambar
29 Oktober 2015 | 16:36 http://www.timlo.net/baca/68719644767/pekerja-anak-di-perkebunan-tembakau-disorot/ Klaten — Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center mengadakan seminar  bertajuk Pencegahan Pekerja Anak dan Hak Atas Pendidikan, di Bangsal Kompleks Makam Pujangga Ronggowarsito di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten, Kamis (29/10). “Lewat seminar ini kami ingin masyarakat terlibat melakukan pencegahaaan pekerja anak di sektor pertanian, khususnya perkebunan tembakau,” ujar Direktur STAPA Center, Zainul Faizin.

Sambutan Pembukaan Asisten Sekretaris Daerah II Kabupaten Klaten

Gambar
Klik unggah berita oleh Asek III, Sri Winoto, didampingi Direktur STAPA Center, Zainul Faizin, dan Sekretaris Kecamatan Trucuk, Marjono, dengan membawa setangkai bunga hasil daur-ulang sampah plastik karya KBM Ronggowarsito. Pencegahan pekerja anak di sektor pertanian tembakau dengan pengenalan risiko-risikonya merupakan tema menarik dan menjadi masalah bangsa. Kasus ini bukan hanya terjadi di Klaten, tetapi berlangsung di daerah lain. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Klaten mengapresiasi STAPA Center yang telah mendampingi keluarga petani tembakau di Klaten, khususnya di Desa Palar, Kecamatan Trucuk.

UCAPAN SELAMAT DATANG

Gambar
Assalamu ‘alaikum wr wb. Yang kami hormati, Bp. H. Sri Winoto, S.H., Asisten Sekretaris Daerah III Kabupaten Klaten, Para pembicara dan moderator seminar, Bp. Zainul Faizin, Direktur STAPA Center beserta rombongan dari Bangil, Pasuruan, Bp. Muhammad Anwar, Manajer Cabang PT Pandu Sata Utama, Ibu dan Bapak dari SKPD Kecamatan Trucuk dan Ceper, Yang kami banggakan, Ibu Hj. Sri Hartini, Kepala Desa Palar, Ibu dan Bapak Kepala Desa Wonosari, Mlese, Ceper, Kajen, Srebegan, Bapak Kepala Sekolah, Ibu dan Bapak Guru/Tutor, Komite Sekolah dari SD Negeri 2 Wonosari, SD Negeri 2 Palar, SD Negeri 3 Palar, SD Negeri Mlese, SD Negeri Kajen, SD Negeri 1 Srebegan,

Pernyataan pers Seminar

Gambar
Pernyataan pers Seminar Pencegahan Pekerja Anak/ALP ( Agricultural Labor Practices ) dan Hak Atas Pendidikan, 29 Oktober 2015 Mangga silakan diunduh di sini .

Sosialisasi ASP

Sosialisasi ASP di SDN Mlese (Ceper), SDN 2 Wonosari (Trucuk) oleh Tim STAPA Center: Bapak Zainul Faizin, Ibu Farida Hanum & Eri Andriani. Rabu Pon, 12 Agustus 2015. Peserta: Kepala sekolah, guru, komite sekolah, UPT Dinas Pendidikan Trucuk dan Ceper, perwakilan orang tua siswa.

Sosialisasi CLG

Sosialisasi CLG (Community Learning Group) di Balaidesa Palar oleh Tim STAPA Center: Bapak Zainul Faizin, Ibu Farida Hanum & Eri Andriani. Selasa Paing, 11 Agustus 2015. Peserta: Kepala Desa dan perangkat Desa Palar, perwakilan 5 Dukuh: Padangan, Palar, 3-Dukuh (Kedon, Mandungan, Mantenan), Daleman, dan Geneng. CLG juga disebut KBM (Kelompok Belajar Masyarakat). Makalah silakan diunduh disini .

Sosialisasi ASP

Sosialisasi ASP (After School Program) di SDN 2 Kajen (Ceper), SDN 1 Srebegan (Ceper) oleh Tim STAPA Center: Bapak Zainul Faizin, Ibu Farida Hanum & Eri Andriani. Senin Legi,10 Agustus 2015. Peserta: Kepala sekolah, guru, komite sekolah, UPT Dinas Pendidikan Ceper, perwakilan orang tua siswa.